Minggu, 07 September 2025

Kotak Amal

“Jangan lupa untuk senantiasa ber-ihtisab. Semangat untuk beramal di kotak kita masing-masing.” atau kalimat yang semisalnya. Inilah nasehat yang kerap kudengar dari teman-teman dudukku beberapa waktu ini. Dalam sekali maknanya kalau diresapi. 

Ber-ihtisab, ini yang sering kali kita lupa. Meniatkan segala perbuatan yang ma’ruf karena Allah, serta mengharap rida-Nya. Niat seperti inilah yang dapat merubah amalan biasa menjadi luar biasa. Misalnya, memakai pakaian yang menutup aurat. Beda antara orang yang berniat hanya karena malu dengan yang memakainya karena melaksanakan perintah Allah. Walau pahala hanya Allah yang mengatur, tetapi jika dari logika bukankah yang niat yang kedua lebih mulia di sisi-Nya? 

Beramal di kotak masing-masing, bagaimana maksudnya? Setiap kita dikaruniai kelebihan dan kemudahan yang berbeda. Ada yang Allah mudahkan bangun di sepertiga malam dan mengisinya dengan tahajjud. Ada yang Allah lancarkan rezekinya sehingga ia dapat bersedekah dengan mudah. Ada yang Allah lapangkan waktu paginya sehingga ia mempunyai kesempatan untuk salat dhuha. Ada yang Allah karuniakan kemampuan public speaking sehingga ia dapat berdakwah di depan khalayak. Ada yang Allah karuniakan kemampuan menulis, sehingga ia dapat berdakwah melalui tulisan. Dan masih banyak lainnya. 

Maka hendaknya kita banyak mentadabburi nikmat Allah karuniakan pada diri kita dan sepanjang langkah kita. Hendaknya kita memperbanyak syukur dengan berusaha istikamah melakukan amal kebaikan sesuai kemampuan kita. 

Kotak Amal

“Jangan lupa untuk senantiasa ber- ihtisab. Semangat untuk beramal di kotak kita masing-masing.” atau kalimat yang semisalnya. Inilah naseh...