Minggu, 28 April 2024

Melepas

Kalau ditanya, siapa juga yang ingin melepas? 
Setelah satu sama lain saling memahami, setelah satu sama lain saling mengisi, setelah terukirnya ribuan kenangan indah. 

Tapi, apa boleh buat? 
Memang rutenya seperti ini, bukan? Pada waktunya, segala cerita akan ditutup. Lembarannya telah habis terisi, tidak ada lagi tinta kebersamaan yang bisa digores ulang. Sampai di sini. 

Hai, masih mau berharap sama manusia? 
Tau, kan, sakit ujungnya. Tau, kan, perih sisanya. 


Minggu, 21 April 2024

Sudah Seberapa Jauh?

Hari-hari ini, hatimu mulai terasa sesak
Hidupmu, tak lagi seberwarna dulu
Rasanya hambar, hampa
Terlintas satu pertanyaan di kepalamu
Apa yang tengah kucari sebenarnya? 

Dunia... 
Kini telah memberi begitu banyak warna
Telah mengambil begitu banyak ruang dari waktu yang kamu punya
"Ah, yang kuambil hanya sepersekiannya saja."
Tepis hawa nafsumu mengalahkan jernihnya jalan pikir 

Tapi, sudah berapa lama kamu tidak bermuhasabah? 

Lihat keadaanmu sekarang
Malang, ya? 
Sholatmu kehilangan kekhusyukannya
Bacaan Qur'anmu makin jarang terdengar
Lisanmu makin kering dari berdzikir
Telingamu semakin sunyi dari nasehat
Semangatmu sudah beranjak 

Hai, 
Sudah seberapa jauh? 

Masihkah mau berleha?
Masihkah mau tertawa dalam keterpurukan hatimu? 
Masihkah mau bersenang-senang di dunia? 

Kembali,
Sebelum hatimu jadi mati rasa 
Pulang,
Sebelum pintu taubat-Nya tertutup

Waktumu tidak lama, 
napas terakhirmu kamu embuskan

Jumat, 12 April 2024

Teman Duduk

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)   Rumaysho.Com

Bertemu dan duduk bersama teman-teman yang shalihah, bercandanya saja tidak jarang menghasilkan suatu faidah. Mereka layaknya sepoi angin yang embusnya menentramkan di kala pikiran dan hati sedang berantakan. Merangkul di kala futur melanda, membersamai langkah untuk kembali berjuang. Hebatnya lagi, mereka tidak sungkan untuk saling menasehati dengan adab dan penuh kasih sayang, ketika kaki hampir tergelincir menuju lubang kesalahan. 




Untukku Sebelum Untukmu

Menuliskan ini, juga paragraf dan bait-bait setelahnya, bukan berarti diriku telah sempurna. Ada begitu banyak hal yang masih perlu diperbaiki, bahkan masih butuh banyak belajar. Apabila kutulis sebuah cerita, tujuan pertamanya adalah untuk membantuku mengingat peristiwanya dan pelajaran yang terkandung di dalamnya. Apabila yang kutulis adalah nasehat, maka tujuan pertamanya tidak lain adalah untuk diriku sendiri. Adapun membagikan tulisan-tulisan ini, semoga bisa menjadi wasilah untuk bisa menebar manfaat, untukmu dan lainnya.

Semoga bermanfaat💫🫶

Kotak Amal

“Jangan lupa untuk senantiasa ber- ihtisab. Semangat untuk beramal di kotak kita masing-masing.” atau kalimat yang semisalnya. Inilah naseh...